Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Home » Posts filed under Berita
PMII KUDUS MELAKUKAN AKSI DI HARI BURUH BERSAMA ELEMEN LAIN
Diposting oleh admin on Senin, 03 Mei 2010
Label:
Berita
PMII Kom Kentingan Kedatangan PKC PMII Jateng
Diposting oleh admin
Solo, Minggu, (29/5), Sungguh hal yang baru dan sangat menyenangkan bagi Komisariat Kentingan(yang meliputi kampous UNS,UNSA & ISI Surakarta) . Baru kali ini PMII Kom Kentingan kedatangan sahabat/i dari pengurus PKC PMII Jateng di Sekretariat Komisariat yang jumlahnya cukup banyak. PKC PMII Jawa Tengah bersilaturohmi ke komisariat Kentingan Solo sehabis mengadakan acara "Sarasehan Ormas se Jawa Tengah Kerjasama PMII Jawa Tengah dengan Kesbangpol Jawa Tengah di Tawangmangu.
Ketua PKC Jateng, Kusdiyanto, beserta beberapa jajaran pengurusnya dan beberapa delegasi PMII Cabang dari Jawa Tengah menyempatkan diri berkunjung ke sekretariat PMII Kom Kentingan. Kegiatan ini bermulai adanya keinginan dari PMII Jawa Tengah untuk berkunjung di Sekretariat PC PMII Solo sebagai IO dalam kegiatan sarasehan di Tawangmangu, akan tetapi karena sekretariat Cabang Solo kebetulan sepi sehingga Aji (PC PMII Solo) meminta PKC datang saja di Komisariat Kentingan yang pada waktu itu sedang ada kegiatan rutin kom Kentingan yaitu agenda yasisnan.
Meskipun tak ada agenda khusus dalam kedatangan mereka, tapi kedatangan mereka cukup memberi semangat tersendiri kepada sahabat/sahabati komisariat untuk tetap eksis berjuang bersama PMII.Tentunya hal ini menjadi hal yang sangat menarik sekali bagi kader "baru" yang masih hanya berkecipung di dunia kampus untuk menambah semangat mereka bergerak di tingkat yang lebih tinggi. Aji & La3
Meskipun tak ada agenda khusus dalam kedatangan mereka, tapi kedatangan mereka cukup memberi semangat tersendiri kepada sahabat/sahabati komisariat untuk tetap eksis berjuang bersama PMII.Tentunya hal ini menjadi hal yang sangat menarik sekali bagi kader "baru" yang masih hanya berkecipung di dunia kampus untuk menambah semangat mereka bergerak di tingkat yang lebih tinggi. Aji & La3
Label:
Berita
MUSYAWARAH PIMPINAN DAERAH PKC PMII JATENG 2010 BATURADEN, 24-25 APRIL 2010
Diposting oleh admin on Kamis, 29 April 2010
Label:
Berita
PMII Jateng Peringati Harlah Emas
Diposting oleh admin on Senin, 26 April 2010
Kudus, Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-50, Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Tengah akan menggelar rangkaian kegiatan besar, mulai seminar, bedah buku, doa 100 hari wafatnya Gus Dur dan musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda). Kegiatan yang diberi tajuk Gebyar 50 tahun emas PMII ini akan dilaksanakan selama dua hari di Hotel moro seneng, Batu Raden Banyumas, Sabtu-Ahad (24-25/4.
Dalam press release Ketua Panitia Muhammad Fatchul Munif mengatakan, peringatan 50 tahun emas PMII ini merupakan momentum strategis untuk menyiapkan kader-kader yang mampu melawan dalam “perang terbuka” di tengah kompetisi global.
“Globalisasi yang sedang berkembang ini cenderung mengusung ideologi neoliberalisme yang bisa berdampak bagi nasib bangsa Indonesia, berupa pergeseran tata nilai, ideologi dan budaya. Globalisasi bisa menjadi penjajahan gaya baru,” ujarnya seraya memberi contoh ACFTA) tahun 2010 ini .
Setidaknya, tambah pria jebolan STAIN Kudus ini, Perjuangan PMII harus terus dipertahankan idialismenya dalam membangun sistem perekonomian kerakyatan serta kepemimpinan politik indonesia yang berkualitas dan mendorong penegakan hukum yang terbebas dari mafia hukum.
Label:
Berita
Sarasehan Ormas Se-Jawa Tengah
Diposting oleh admin
Peran Ormas dalam mewujudkan kerukukan beragama sangatlah besar. Hal itu sudah diakui oleh banyak kalangan baik dari dalam negeri mapun luar negeri. Untuk itu PKC PMII Jawa Tengah akan melakukan sarasehan pemberdayaan ormas se Jawa Tengah di Balai Istirahat Pekerja Tawangmangu, Solo. Kegiatan ini akan dilakukan mulai Rabu-Kamis, 28-29 April 2010.
Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah "Peran Ormas dalam Menciptakan Kerukunan Umat Beragama, Memperkokoh Demokrasi dan Pembelaan Hak Kaum Minoritas". Peserta yang akan diundang adalah delegasi PC PMII Se-Jawa Tengah, Ormas-ormas, dan LSM.
Sarasehan ini rencananya akan mengundang beberapa pembicara antara lain: Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta, KH Dian Nafi" (PW NU Jateng dan Pengasuh PP Mahasiswa Al Muayyad Windan Solo), Muh Asrofi (Wasek DPW PKB Jateng), Zakiyuddin Baidan (Dosen UMS dan Tokoh Muhammadiyah Surakarta). Moh Chamim Irfani (DPRD Jateng), dan Agus Sumarsono (Aktifis LSM Kompip Solo). la3
Label:
Berita
PMII Jateng Adakan Muspimda
Diposting oleh admin
PMII Jawa Tengah melakukan Muspimda (Musyawarah Pimpinan Daerah) di Purwokerto, Jumat-Senin, 23-26 April 2010. Kegiatan ini merupakan rutinitas PKC PMII Jateng yang diselenggarakan pada setengah periode masa kepengurusan sahabat Ketum PKC Jateng, Kusdiyanto MK 2008-2011.
Muspimda ini diikuti para delegasi dari seluruh cabang PMII se Jawa Tengah, PB PMII dan juga PKC PMII Jawa Tengah sendiri dan juga para undangan. Melalui Muspimda PKC PMII Jateng berharap bisa bersilaturohmi dengan para kader-kader dari berbagai PC PMII Se-Jateng. Mendapatkan berbagai masukan, monitoring dan evaluasi untuk membangun organisasi PMII Se-Jateng khususnya dan PMII umumnya kedepan lebih baik. (la3)
Label:
Berita
Deklarasi Forum 'Neo-Cipayung"
Diposting oleh admin on Sabtu, 24 April 2010
Solo (16/4). Sehari sebelum merayakan usia emasnya (17 April 2010), PMII Kota Surakarta bersama 5 OKP-Mahasiswa lainnya mendeklarasikan Forum ‘Neo-Cipayung’, yakni sebuah forum strategis yang dibentuk beberapa OKP-Mahasiswa se-Surakarta (PMII, HMI, KAMMI, GMNI, GMKI, PMKRI). Sebagai bentuk konsolidasi, yang bertujuan untuk memperkuat posisi pergerakan mahasiswa secara umum, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Acara deklarasi bertempat di Ruang Sidang Paripurna, Gedung DPRD Kota Surakarta ini diisi dengan acara diskusi publik. Dengan menggagas tema "Pergerakan Mahahiswa dulu, sekarang dan masa mendatang; Optimalisasi Peran Gerakan Mahasiswa dalam Masyarakat", salah seorang alumni PMII, Ahmad Rifa'i menjadi pembicara pada acara diskusi mewakili dari kalangan akademisi.
Tema diskusi lebih mengerucut kepada pertanyaan atas posisi gerakan mahasiswa yang dirasa semakin jauh dari basis (masyarakat). (Ajie-DJAKP PMII Solo).
Acara deklarasi bertempat di Ruang Sidang Paripurna, Gedung DPRD Kota Surakarta ini diisi dengan acara diskusi publik. Dengan menggagas tema "Pergerakan Mahahiswa dulu, sekarang dan masa mendatang; Optimalisasi Peran Gerakan Mahasiswa dalam Masyarakat", salah seorang alumni PMII, Ahmad Rifa'i menjadi pembicara pada acara diskusi mewakili dari kalangan akademisi.
Tema diskusi lebih mengerucut kepada pertanyaan atas posisi gerakan mahasiswa yang dirasa semakin jauh dari basis (masyarakat). (Ajie-DJAKP PMII Solo).
Label:
Berita
PMII Kota Semarang adakan Malam Harlah setengah abad PMII
Diposting oleh admin on Senin, 19 April 2010
Malam rabu tepatnya di jl. madukuro IV no. krobokan semarang barat, PMII Cabang Kota Semarang mengadakan acara harlah peringatan setengah abad PMII., acara yang di hadiri dari berbagai komisariat dan warga setempat begitu meriah apalagi di tambah dengan pembacaan diba’ian dan kemudian di lanjutkan dengan acara harlah.
Acara harlah menghadirkan pembicara Maulana Habaib Umar Muthohar selaku Mabinda,Mabincab PMII. sekaligus alumni PMII Kota Semarang dalam mauidhoh HAsanahnya belian menyinggung keadaan PMII sekarang dan mmberikan gambaran bagaimana PMIIke depan dan berkembang.
PMII harus lebih mengedepankan dalam kegiatan yang bermanfaat dan pro rakyat, jangan sampai membuat sesuatu acara yang rakyat atau warga tidak menyukai apa lagi sampai mendemo. dan nilai nilai pergerakan jangan sampai hilang pmii merupakan pergerakan yang berada dalam koridor para ulama jadi jangan sampai nilai-nilai kepada ulama di tiadakn, banyak mahasiswa yang melupakn para murysid,. dan sedikit kata yang di kutip “menjadi orang penting baik tetaplebih penting menjadi orang baik”
Acara yang diikuti oelh ratusan kader PMII se Kota Semarang semakin meriah manakala nyanyian Salawat di lantumkan menambah hikmat acara yang berlangsung hingga tengah malam tersebut....
Label:
Berita
PMII Kentingan UNS Peringati Harlah Setengah Abad PMII
Diposting oleh admin
Suasana mendung yang menyelimuti daerah belakang kampus UNS, sedikit menimbulkan kekhawatiran sahabat/i PMII Komisariat Kentingan. Pasalnya banyak sahabat yang sudah izin tidak bisa datang di acara peringatan harlah setengah abad PMII karena mudik. Untungnya, hujan tak jua turun. hanya sedikit rintik gerimis, tak menyurutkan langkah sahabat/i untuk berkumpul di sekretariat kom kentingan. alhamdulillah, 8 sahabat dan 6 sahabati bisa menyempatkan waktunya untuk hadir.
Acara peringatan harlah PMII diawali dengan yasinan, tahlilan, dan doa yang dipimpin oleh sahabat Ajie. Selesai itu semua, acara kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan plus diskusi, ato diskusi plus makan? :-) dengan santapan nasi keras (alias nasi yang masaknya kurang air) dan lauk tempe, serta beberapa cemilan dan es sirup yang maknyus. Kali ini ada peningkatan lauk, ada sate ayam juga. :p
Sembari ngobrol ngalor-ngidul 'khas' PMII. Yang pertama dibahas adalah progress report pembentukan 'Mahasiswa Pecinta Al-Qur'an' di Rayon FKIP UNS (17/4/2010). Kemudian juga sedikit menyinggung romansa PMII Kentingan masa lampau. Acara terus berlanjut dan ditutup secara 'formal' pukul 22.00. (diskusi informalnya masih berlanjut).
Harapan dari sahabat/i Komisariat Kentingan, dengan momentum usia emas ini, PMII semestinya bisa lebih optimal dalam memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat, perlu ada 'khittah' untuk pergerakan PMII agar lebih menekankan pada pergerakan yang kembali kepada basis masyarakat dan tanpa terkooptasi pada kepentingan politik. (DKJE Kom Kentingan Solo)
Acara peringatan harlah PMII diawali dengan yasinan, tahlilan, dan doa yang dipimpin oleh sahabat Ajie. Selesai itu semua, acara kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan plus diskusi, ato diskusi plus makan? :-) dengan santapan nasi keras (alias nasi yang masaknya kurang air) dan lauk tempe, serta beberapa cemilan dan es sirup yang maknyus. Kali ini ada peningkatan lauk, ada sate ayam juga. :p
Sembari ngobrol ngalor-ngidul 'khas' PMII. Yang pertama dibahas adalah progress report pembentukan 'Mahasiswa Pecinta Al-Qur'an' di Rayon FKIP UNS (17/4/2010). Kemudian juga sedikit menyinggung romansa PMII Kentingan masa lampau. Acara terus berlanjut dan ditutup secara 'formal' pukul 22.00. (diskusi informalnya masih berlanjut).
Harapan dari sahabat/i Komisariat Kentingan, dengan momentum usia emas ini, PMII semestinya bisa lebih optimal dalam memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat, perlu ada 'khittah' untuk pergerakan PMII agar lebih menekankan pada pergerakan yang kembali kepada basis masyarakat dan tanpa terkooptasi pada kepentingan politik. (DKJE Kom Kentingan Solo)
Label:
Berita
M.Dalhar Terpilih Menjadi Ketum PMII Komisariat Kentingan UNS Surakarta Periode 2010-2011
Diposting oleh admin on Senin, 01 Maret 2010
Pers Release PMII UNS
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan UNS, menyelenggarakan Rapat Tahunan Komisariat yang ke XII di Kantor PCNU Surakarta(26/2/2010) .
Dalam acara kali ini, terpilih sahabat M. Dalhar sebagai ketua baru masa khidmat 2010/2011, menggantikan ketua yang lama, Ajie Najmudin. Acara yang diselenggarakan setiap setahun ini juga menghasilkan rekomendasi yang akan dijalankan pengurus ke depan.
Label:
Berita
Elemen Solo ramaikan aksi 28 Januari
Diposting oleh Sulatri on Jumat, 19 Februari 2010
Solo (Espos)
Warga maupun elemen masyarakat di Solo meramaikan aksi unjuk rasa 100 hari pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), 28 Januari.
Mereka menggelar aksi di berbagai tempat di Solo, Kamis (28/1). Di Bundaran Gladak, Solo, setidaknya dua gelombang aksi unjuk rasa digelar oleh ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Warga Solo (Awas) maupun puluhan aktivis Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Solo.
Selain di Gladak, aksi 28 Januari juga digelar puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), di depan Griya Solopos, Jl Adisucipto.
Mayoritas aksi berjalan damai. Namun insiden sempat terjadi saat demo yang digelar Awas sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan pengamatan Espos, insiden bermula saat belasan personel pengendali massa (Dalmas) Poltabes Solo menyita ban bekas milik pendemo. Ketika itu, pengunjuk rasa tengah berniat membakar ban di dekat patung Slamet Riyadi, sebagai puncak aksi. Belum juga ban dibakar, belasan personel Dalmas bergerak cepat dan langsung membawa ban bekas ke Poslantas terdekat.
Sempat terjadi adu argumentasi antara polisi dengan petugas. Pengunjuk rasa berdalih pembakaran ban sebagai simbolisasi aksi protes yang dilakukan. Namun permintaan pendemo ditolak tegas Wakapoltabes Solo, AKBP A Marhaendra yang dikawal beberapa personel polisi. ”Saya minta kawan-kawan masuk barisan dan aparat menjauh lima meter dari barisan!” teriak perwakilan massa menggunakan alat pengeras suara yang disambut sorak sorai.
Beruntung aksi demo yang diikuti oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UNS, BEM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), BEM Staimus, BEM Universitas Kristen Surakarta (UKS), aktivis Universitas Veteran (Univet), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), KAMMI, PMII serta Masakhi itu, berlangsung relatif aman. Presiden BEM UNS, Bery Nur Arif di sela-sela aksi menilai merah 100 hari SBY.
Hal serupa juga disampaikan PMKRI. Ketua Presidium PP PMKRI, Tri Adi Sumbogo menilai SBY sebagai antek neoliberal. Dari segi pemberantasan korupsi, kata Adi, SBY juga dinilai tebang pilih dan hanya melakukan lips service.. Kasus bail out Century juga dianggap sebagai bentuk perampokan uang rakyat.
Untuk menghindari terjadinya aksi anarkis, polisi juga menjaga ketat sejumlah objek vital di Boyolali seperti Bandara Adi Soemarmo maupun Depo Pertamina Teras Boyolali. Sedikitnya 60 personel Polres Boyolali dikerahkan menjaga dua objek vital itu. - Oleh : kur/asa/sry
Label:
Berita
Liputan APBD di Soloraya Perlu Ditingkatkan
Diposting oleh admin on Kamis, 03 Desember 2009
Dunia informasi saat ini diakui memang sudah menjadi sajian sehari-hari dalam kehidupan kita. Dari berita utama, indeptnews, breaking news, soft news, hingga dunia hiburan banyak disajikan oleh media massa baik nasional maupun lokal.
Yang menjadi salah satu permasalahan adalah belum semua media massa bisa menyajikan berita-berita yang diperlukan oleh masyarakat untuk mengatasi persolaan-persoalan kebijakan publik yang bisa menjadi sorotan dan cukup mempengaruhi kehidupan mereka. Akibatnya karena minimnya informasi yang bisa ditangkap oleh masyarakat hal yang bisa dikritisi oleh masyarakat terlewatkan begitu saja.
Untuk itu peran media massa cukup diperlukan disini yang diharapkan bisa memberikan berbagai informasi yang menyangkut kebijakan publik. Dimana masyarakat luas bisa lebih leluasa mendapatkan data lewat media massa. Salah satunya adalah hal yang menyangkut tentang APBD.
Mendengar istilah APBD mungkin diantara kita sudah tidak asing lagi walaupun mungkin masih banyak orang yang awam terhadap istilah tersebut. APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) merupakan ritual tahunan daerah yang terdiri dari perencanaan, pembahasan dan penetapan APBD, pelaksanaan dan pertanggungjawaban.
Ketika penulis mencoba mencari berita tentang APBD di daerah Soloraya yang meliputi Surakarta, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Karanganyar dan Sragen. Kebanyakan berita tentang APBD lebih banyak dipublikasikan dari Kota Surakarta. Hal ini tidak aneh karena memang Kota Solo merupakan pusat kota dari daerah Soloraya dimana akses informasi cukup bagus dan kebanyakan kantor-kontor redaksi mediapun ada di Solo. Disamping itu LSM-LSM , akademisi, dan para tokoh masyarakat pemerhati kebijakan publikpun juga banyak disana.
Akan tetapi sajian berita tentang APBD itu yang mengekspos cukup banyak bukan hanya di Solo saja. Misalnya saja sajian berita yang disampaikan oleh Harian Suara Merdeka. Daerah yang menyajikan berita tentang APBD menurut jumlah yang paling banyak yang pertama adalah Surakarta, Klaten, Wonogiri, Boyolali, Karanganyar, Sragen dan Sukoharjo.
Jumlah berita tentang APBD yang disajikan tiap daerah itu bedanya terpaut jauh sekali. Misalnya saja untuk Wonogiri dan Klaten jumlahnya mencapai 50 ke atas, Karanganyar dan Boyolali sekitar 20-an, tetapi untuk Sukoharjo dan Sragen kurang dari 10 berita. Maka wartawan yang bertugas didaerah yang masih minim menyajikan berita APBD diharapkan lebih banyak menyajikan berita tentang APBD lebih banyak lagi dengan berbagai variasi berita yang disajikan.
Untuk mendukung hal itu juga diperlukan pengetahuan wartawan tentang APBD agar lebih luas sehingga ia ketika menyajikan berita bisa lebih bervariatif. Untuk memperkaya ilmu tentang APBD bisa mencontoh dengan mengadakan pelatihan jurnalistik terkait dengan APBD di Solo yang diselenggarakan Pattiro Surakarta bekerjasama dengan Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) Surakarta.
Kenapa APBD Penting
Ditengah masyarakat itu banyak sekali permasalahan yang muncul yang untuk menanganinya diperlukan biaya yang tidak sedikit. Padahal anggaran yang tersedia jumlahnya sangat terbatas. Untuk itu maka dibuatlah program-program yang diharapkan bisa menangani permasalahan tersebut.
Meskipun APBD sudah menjadi ritual tahunan akan tetapi dilapangan kita sebagai masyarakat diharapkan tetap kritis dan melakukan terhadap pelaksanaan APBD hingga sampai monitoring dan evaluasi. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi alat legitimasi ketika akan menggedok suatu program tapi dalam pelaksanaannya kita tidak tahu. Sehingga dimungkinkan terjadi penyelewengan dalam penggunaan anggaran. Atau anggaran yang ada justru tidak berpihak kepada rakyat miskin.
Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan adanya analisis terhadap APBD untuk memastikan munculnya kebijakan anggaran yang berpihak kepada masyarakat. Untuk menganalisis APBD maka dibutuhkan juga pengetahuan dan data yang bisa menunjang kita ketika akan melakukan analisis.
Adapun data yang diperlukan antara lain; Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritasdan Plafon Anggaran (PPA), APBD sebelumnya, Rencana Strategis SKPD Renstra SKPD, Dokumen hasil musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan dan kabupaten/kota, dokumen reses, Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA SKPD) dan dokumen jumlah aset daerah, serta peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Tentunya sebagai masyarakat umumnya tidak semua orang mempunyai perhatian akan masalah tersebut. Mungkin sebagian masyarakat kita yang paling utama adalah bisa bertahan untuk bisa mempertahankan hidupnya dan keluarganya dan terkadang sama sekali buta akan masalah APBD. Padahal sesungguhnya masyarakatpun berhak menentukan kebijakan publik yang juga menyangkut kehidupan mereka ikut teratasi disana.
Maka kehadiran informasi tentang APBD yang dilakukan oleh media massa yang ada didaerah tersebut peranannya juga cukup membantu masyarakat ketika akan melakukan analisis APBD. Dengan demikian masyarakatpun bisa turut aktif berperan dalam menentukan kebijakan publik.
Label:
Berita
”APBD belum layak disahkan”
Diposting oleh admin on Senin, 30 November 2009
Semarang (Espos)
Koalisi Umat Untuk Anggaran Berbasis Rakyat (Koluabror) Jawa Tengah (Jateng), menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah belum layak disahkan.
Selain karena proses pengesahannya terlalu singkat, APBD Jateng 2010 dipandang belum mencerminkan program Bali mdeso mbangun deso. Koluabror, menurut Wasekjen PW Lakpesdam NU Jateng, Iman Fadhilah, merupakan koalisi yang terdiri atas PW Lakpesdan NU Jateng, perwakilan Fatayat NU Jateng, perwakilan Muslimat NU Jateng, Komisi Kebijakan Publik NU Jateng, LKK NU Jateng, LP2 NU Jateng, IPPNU Jawa Tengah, PMII Jawa Tengah, eLSA (Lembaga Studi Sosial dan Agama) dan Pattiro Solo.
Pembahasan RAPBD Jateng 2010 yang dilakukan DPRD Jateng dilakukan sangat singkat serta terkesan tidak ada peran dan optimalisasi fungsi budgeting di DPRD. ”Ini berdampak pada kurang cermatnya pembahasan dengan SKPD, sehingga alokasi belanja pegawai masih cukup besar, sementara program-program yang bersentuhan dengan rakyat, alokasi anggarannya minim,” ujar Iman didampingi Direktur Eksekutif Pattiro Solo, Alif Basuki, Kamis (26/11), di Semarang
Tidak hanya prosesnya yang singkat, menurut Iman, APBD Jateng 2010 juga tidak mencerminkan arah dan kebijakan pembangunan Pemprov Jateng dalam pencapaian visi dan misi Gubernur yakni Bali ndeso mbangun ndeso. Hal itu, sambung Iman, lantaran anggaran belanja terbesar dalam APBD Jateng 2010 untuk urusan pemerintahan nilainya mencapai 54,1%.
Sementara anggaran yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat masih kecil nilainya. Koluabror berpandangan proporsi anggaran belanja dalam APBD Jateng 2010 hendaknya disesuaikan besaran alokasinya, sehingga sinergis dengan visi Bali ndeso mbangun deso dan juga menekankan keberpihakan pada pemecahan persoalan masyarakat Jateng seperti kemiskinan, pertanian, pendidikan dan kesehatan. Defisit Sementara, APBD Jateng 2010 yang disahkan dalam rapat paripurna DPRD Jateng yang dipimpin Wakil Ketua Dewan Bambang Priyoko, Kamis, mengalami defisit senilai Rp 154 miliar lebih. Angka defisit ini muncul setelah pendapatan dalam APBD Jateng 2010 senilai Rp 5.511.315.342.000 dikurangi belanja anggaran senilai Rp 5.665.315.683.000. Menurut Sekretaris Fraksi Partai Golkar, Zaenal Mahirin, proses pembahasan RAPBD Jateng 2010 jauh dari memuaskan lantaran sempitnya waktu. Secara jujur, situasi ini jelas tidak akan menghasilkan sebuah kebijakan atau keputusan yang memuaskan semua pihak.
Pendapat senada disampaikan Fraksi PPP. Melalui anggotanya, H Istajib AS, FPP menyatakan jika melihat APBD Jateng 2010 yang seharusnya menjadi penjabaran program pembangunan Jateng, ternyata belum memihak kepada kesejahteraan petani, nelayan dan masyarakat menengah ke bawah.
Terpisah, Gubernur Bibit Waluyo menyatakan untuk melihat anggaran untuk sektor pertanian harus dalam arti luas. Memang kelihatannya tidak maksimal, namun untuk keberhasilan pertanian harus ada sektor lain yang mendukung menuju intensifikasi pertanian. Jika sektor lain dimasukkan, ujar Gubernur, nilainya menjadi besar. ”Jadi tidak benar jika muncul pandangan anggarannya tidak mendukung program Bali ndeso mbangun deso. Ini hanya beda cara pandang.” - Arif Fajar S
Label:
Berita
Dewan dan kejaksaan dikado “tikus”
Diposting oleh admin on Selasa, 24 November 2009
Solopos, 20 November 2009 Grobogan (Espos)–DPRD dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwodadi, dihadiahi gambar tikus oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Grobogan yang menggelar aksi unjuk rasa di kantor dua instansi tersebut, Kamis (19/11). Selain melakukan longmarch dari Posko PMII di Kelurahan Kuripan, puluhan mahasiswa yang mengusung keranda bertuliskan “Matinya supremasi hukum” dan “Hancurnya moral bangsa” melakukan happening art menggambarkan kesengsaraan rakyat akibat tindak korupsi, di depan Gedung DPRD. Para mahasiswa sempat meminta wakil rakyat keluar menemui mereka. Tak lama, Ketua Komisi B DPRD Agus Siswanto dan Ketua Komisi D, Mukhlisin, menemui para pengunjuk rasa. Di hadapan dua anggota DPRD, koordinator aksi, Asnawi, membacakan pernyataan sikap. Antara lain mengkritik adanya wakil rakyat yang cari keuntungan dengan menjadi makelar proyek. Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyindir anggota Dewan yang suka jalan-jalan ke luar Jawa dengan dalih kunjungan kerja (Kunker), sebab hal itu dianggap cuma menghambur-hamburkan uang rakyat. Seusai membacakan pernyataan sikap, dua mahasiswa mewakili pengunjuk rasa menyerahkan surat pernyataan sikap dan kertas bergambar tikus sebagai ajakan agar wakil rakyat tidak korupsi. Setelah menggelar orasi, aksi puluhan mahasiswa dilanjutkan ke kantor Kejari Purwodadi, di bawah pengawalan polisi dari Polres Grobogan. Mereka diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwodadi, Hendrizal Husin SH. Di hadapan Kajari, mahasiswa menyatakan dukungan atas pengusutan kasus dugaan korupsi. Mereka meminta kasus dugaan korupsi anggaran perawatan mobil dinas DPRD, proyek pembangunan gedung BPR BKK dan proyek peningkatan Jl Gajah Mada paket I dan II serta jalan Gubug-Jeketro diusut tuntas. “Kejaksaan juga harus mengusut praktik KKN soal rangkap gaji yang diterima sekretaris desa (Sekdes) yang sudah diangkat jadi PNS, karena mereka ternyata masih menggarap tanah bengkok desa,” ujar mahasiswa. rif
Label:
Berita
Pilgub 2008, PMII Jateng Bersikap Netral
Diposting oleh admin on Selasa, 17 November 2009
Suara Merdeka, 13 April 2007
Purworejo, CyberNews. Secara organisatoris, Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jateng memilih sikap netral dalam pelaksanaan Pilgub Jateng yang akan digelar tahun 2008 nanti. PMII tidak akan terlibat pada dukung-mendukung calon. Sikap tersebut ditegaskan dalam deklarasi Sebomenggalan, Purworejo bersamaan dengan digelarnya musyawarah pimpinan daerah (Muspimda). Deklarasi ini diikuti seluruh ketua cabang PMII dari kabupaten/kota se Jateng. Ketua Umum PMII Jateng, Muhammad Mahbub Zaki usai memimpin deklarasi mengatakan, PMII akan lebih memfokuskan diri dalam hal keorganisasian, terutama menyangkut kaderisasi anggota. "Kami tidak akan melibatkan diri dengan proses politik praktis dalam Pilgub nanti," tandasnya. PMII Jateng, lanjutnya, akan berkosentrasi melakukan advokasi terhadap problem-problem pendidikan yang selama ini belum terselesaikan. "Amanat konstitusi yang menegaskan 20 persen anggaran untuk pendidikan belum terealisasi. PMII akan mendorong realisasinya. PMII juga akan mengawal dana BOS yang banyak diselewengkan," paparnya. Dalam masalah perekonomian, katanya, PMII Jateng mendukung implementasi sistem ekonomi kerakyatan. Di mana rakyat kecil harus didorong untuk meningkatkan kemampuan perekonomiannya secara mandiri. "Rakyat diharapkan bisa menjadi subyek ekonomi. Bukan selalu menjadi obyek eksploitasi para pemilik modal besar," katanya. Muspimda PMII Jateng ini berlangsung selama tiga hari (11-13/4), dihadiri seluruh delegasi dari PMII cabang kabupaten/kota di Jateng. Muspimda ini sendiri merupakan ruang progress report setengah masa kepengurusan PMII Jateng 2006-2008. Muspimda ini dibuka Wabup Purworejo yang juga alumni PMII.( nur kholiq/Cn07 )
Purworejo, CyberNews. Secara organisatoris, Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jateng memilih sikap netral dalam pelaksanaan Pilgub Jateng yang akan digelar tahun 2008 nanti. PMII tidak akan terlibat pada dukung-mendukung calon. Sikap tersebut ditegaskan dalam deklarasi Sebomenggalan, Purworejo bersamaan dengan digelarnya musyawarah pimpinan daerah (Muspimda). Deklarasi ini diikuti seluruh ketua cabang PMII dari kabupaten/kota se Jateng. Ketua Umum PMII Jateng, Muhammad Mahbub Zaki usai memimpin deklarasi mengatakan, PMII akan lebih memfokuskan diri dalam hal keorganisasian, terutama menyangkut kaderisasi anggota. "Kami tidak akan melibatkan diri dengan proses politik praktis dalam Pilgub nanti," tandasnya. PMII Jateng, lanjutnya, akan berkosentrasi melakukan advokasi terhadap problem-problem pendidikan yang selama ini belum terselesaikan. "Amanat konstitusi yang menegaskan 20 persen anggaran untuk pendidikan belum terealisasi. PMII akan mendorong realisasinya. PMII juga akan mengawal dana BOS yang banyak diselewengkan," paparnya. Dalam masalah perekonomian, katanya, PMII Jateng mendukung implementasi sistem ekonomi kerakyatan. Di mana rakyat kecil harus didorong untuk meningkatkan kemampuan perekonomiannya secara mandiri. "Rakyat diharapkan bisa menjadi subyek ekonomi. Bukan selalu menjadi obyek eksploitasi para pemilik modal besar," katanya. Muspimda PMII Jateng ini berlangsung selama tiga hari (11-13/4), dihadiri seluruh delegasi dari PMII cabang kabupaten/kota di Jateng. Muspimda ini sendiri merupakan ruang progress report setengah masa kepengurusan PMII Jateng 2006-2008. Muspimda ini dibuka Wabup Purworejo yang juga alumni PMII.( nur kholiq/Cn07 )
Label:
Berita
Muspimda PMII Diwarnai Unjuk Rasa
Diposting oleh admin on Sabtu, 14 November 2009
Suara Merdeka, 25 Januari 2005 CILACAP - Musyawarah Pimpinan Daerah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Muspimda PMII) Jawa Tengah di Gedung Diklat Kabupaten Cilacap, kemarin, diwarnai unjuk rasa. Demonstran dari Forum Anggota PMII Cilacap untuk Demokrasi dan Keadilan itu menyuarakan ketidakpercayaan terhadap keabsahan pengurus PMII Cilacap saat ini. Mereka mengajak seluruh kader mengubah secara menyeluruh dari kalangan internal dan eksternal PMII Cilacap. Mereka juga mengajak kader mengembalikan fungsi dan idealisme PMII Cilacap sebagai organ pengaderan dan gerakan independen. Mereka menolak keabsahan Konfercab VI PMII Cilacap yang melahirkan kepengurusan PMII Cilacap saat ini. Alasan mereka, konferensi cabang pada bulan November 2004 itu cacat hukum karena melanggar AD/ART PMII Pasal 30 Ayat 3 dan 4. Pasal itu berisi ketentuan tentang jumlah suara dalam konferensi cabang berkait dengan pembentukan cabang. Mereka yakin Konfercab VI PMII Cilacap dipolitisasi sedemikian rupa oleh kekuatan dan kekuasaan pengurus cabang yang didukung beberapa kepentingan elite PMII. Karena itu mereka menuntut konferensi itu diulang. Sementara itu, Ketua Umum PMII Cilacap, Musabihan, menyatakan secara administratif konferensi itu memenuhi syarat AD/ART. ''Itu dikuatkan dengan pengesahan melalui sidang pleno Pengurus Besar (PB) PMII di Jakarta,'' katanya. Dia menyatakan secara hierarkis penerbitan SK pembentukan cabang sepenuhnya hak PB PMII. ''Jadi sah atau tidak mereka yang memutuskan. Karena sekarang SK sudah turun, kami anggap pengurus PMII Cilacap tak ada masalah.'' (G21-86)
Label:
Berita
PMII Datangi Mapolwil
Diposting oleh admin
Suara Merdeka, Jumat, 5 Juli 2002
SOLO-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Solo kemarin mendatangi Markas Polwil Surakarta di Jl Slamet Riyadi. Menurut Ketua PC PMII, Sholahuddin Aly, kedatangannya dalam upaya menempuh jalur hukum atas pembubaran paksa disertai penganiayaan dalam aksi damai Jaringan Gerakan Jender (JGJ) PMII Jawa Tengah di Kota Barat, 21 April lalu.
SOLO-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Solo kemarin mendatangi Markas Polwil Surakarta di Jl Slamet Riyadi. Menurut Ketua PC PMII, Sholahuddin Aly, kedatangannya dalam upaya menempuh jalur hukum atas pembubaran paksa disertai penganiayaan dalam aksi damai Jaringan Gerakan Jender (JGJ) PMII Jawa Tengah di Kota Barat, 21 April lalu.
Label:
Berita
Fasiun Ketua PMII Salatiga
Diposting oleh admin
Suara Merdeka, 13 Juli 2009
TUNTANG- Fasiun, mahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga terpilih dan dilantik menjadi ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Salatiga, dalam rapat kerja di Pondok Pesantren Edi Mancoro Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/7). Fasiun menyatakan, sebagai ketua terpilih ia akan melakukan kaderisasi formal dan nonformal untuk menjalankan roda organisasi bersama-sama dengan melibatkan pengurus, anggota, alumni, dan pihak lain. Pelantikan dilakukan oleh Ketua 1 Pengurus Besar PMII Naeny Amanullah SSos. Kegiatan itu juga diadiri Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Tengah Kusdiyanto SPdI. (H2-37)
Label:
Berita
Mahasiswa PMII Demo Kecam Markus
Diposting oleh admin
Suara Merdeka, 13 Nopember 2009 DEMAK- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Demak melakukan aksi mengecam dugaan kriminalisasi KPK dan maraknya makelar kasus (markus). Mereka juga mendesak adanya reformasi di semua lembaga penegakan hukum. Dalam aksi yang digelar di Alun-alun Demak, para mahasiswa mengungkapkan protes ketidakadilan penegakan hukum melalui aksi teatrikal. Digambarkan seorang rakyat jelata yang melakukan tindakan kejahatan, meski nilai kerugian kecil, dia mendapat perlakuan keras ketika sudah berhadapan dengan oknum penegak hukum. Tindakan anarkis harus dia terima, meski belum ada putusan hukum tetap yang menyebutkan dia bersalah dan harus dihukum. Sebaliknya, ketika ada pelaku tindak pidana korupsi yang nilainya miliaran rupiah mendapat perlakuan berbeda. Maling uang negara itu seperti penjahat yang masih punya martabat, sehingga tidak mendapat tindakan keras. ’’Ini wujud ketidakadilan hukum yang selama ini dialami rakyat jelata,’’ ujar koordinator aksi, Anis Mukhlas. Mahasiswa Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak itu menambahkan, bukan hanya persoalan ketidakadilan hukum yang dirasakan Bangsa Indonesia, tetapi adanya kejahatan hukum. Bentuk kejahatan itu antara lain adanya makelar kasus (markus) yang berperan sebagai calo kasus hukum dengan menawarkan jasa penyelesaian kasus melalui uang. Peranan markus telah merusak tatanan hukum negara, sehingga supremasi hukum perlu ditegakkan. Mahasiswa lainnya, Toha Assegaf mengatakan, para mahasiswa mendesak presiden SBY mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan masa depan bangsa. Langkah itu bisa berupa reformasi besar-besaran di lembaga tersebut. Terungkapnya dugaan kriminalisasi KPK membuktikan bobroknya hukum di negara yang mengklaim sebagai negara hukum ini. ’’Selama ini rakyat tahu kalau ada ketidakberesan di lembaga-lembaga penegakan hukum, tetapi mereka tak bisa berbuat banyak,’’ ujarnya. (H1-37)
Label:
Berita
Halalbihalal PMII dan Foksika Dari Soal Calon Gubernur sampai Dukun Bayi
Diposting oleh admin
Suara Merdeka, Kamis, 23 Nopember 2006
HALALBIHALAL Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jateng kemarin gayeng. Pasalnya, acara yang digelar di Rumah Makan Sate House, Jalan Imam Bonjol Semarang itu tidak hanya dimanfaatkan untuk "curhat" para peserta tentang "Kiat Jadi Orang Kaya", tetapi juga untuk guyonan para pembicara menyerempet soal-soal politik berkaitan dengan pilihan Gubernur Jateng.
Tidak ada tausiyah atau mauizah hasanah dari kiai atau ustad. Acara tausiyah diganti obrolan tentang ekonomi menampilkan Managing Director Suara Merdeka, Kukrit SW, Ketua Kadin Jateng, Ir Solichedi, Ketua Ketua Forum Komunikasi Silaturahmi Keluarga Alumni (Foksika) PMII Jateng, Abdullah Sjatori, dan Ketua Korcab PMII, Muhammad Mahbub Zaki.
Acara tersebut dipandu oleh mantan Ketua Korcab, M Asrofi. Ketika MC meminta Kukrit tampil di panggung, Ketua PWNU Jateng, Drs H Moh Adnan MA mempersilakan dia sambil menyebut ''Gus Kukrit''. Para peserta yang datang dari seluruh cabang pun serentak menyebut Gus Kukrit.
Ketika sampai di panggung, ganti Kukrit "menggarap'' Adnan yang kebetulan duduk bersebelahan dengan H Soewanto, Dirut CV Aneka Ilmu.
''Idealnya Jawa Tengah ke depan memang dipimpin oleh kiai dan pengusaha. Setuju tidak,'' kata Kukrit yang langsung disambut koor ''setuju''.
Tetapi anggota DPRD Jateng yang juga alumnus PMII, Ali Mansyur HD langsung menyahut, ''Setuju yang pegang mic.'' Yang dimaksud adalah Kukrit sendiri, yang saat itu memang memegang mic.
Ketua Hipmi Jateng itu mengingatkan masa depan Jawa Tengah milik pemuda. Potensi kader-kader PMII diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, bukan pemuda yang mencari kerja. ''Globalisasi tidak akan mampu kita bendung. Jangan heran, kalau ada sopir taksi dari Vietnam, pelayan toko dari China, dan akhirnya kita sendiri cuma jadi penonton,'' katanya.
Karena itu, melalui ormas pemuda dan LSM pihaknya menyebarkan virus dan wabah entrepreneurship.
''Targetnya satu, menciptakan generasi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja,'' katanya.
Curhat
Ia merasa heran, sebab ketika Jawa Tengah mau membangun bandara internasional, dermaga internasional, selalu "gegeran". Padahal, di provinsi lain tidak terjadi gegeran seperti di Jateng.
Pada sesi berikutnya, Ketua Kadin, Solichedi menyambut baik upaya PMII yang akan mengembangkan kehidupan ekonomi anggotanya. ''PMII hebat, walau manuver gerakannya tidak ingar-bingar seperti gerakan mahasiswa lain, tapi punya integritas yang kuat dan platform yang jelas yaitu moril dan takwa,'' tegasnya.
Ia memberi resep sukses sebagai seorang pengusaha, yaitu networking atau jejaring yang luas dengan semua orang tanpa memandang golongan, kelompok, dan jabatan.
Ketua Foksika, Abdullah Sjatori mengajak kader-kader nahdliyyin untuk terus mengembangkan jaringan.
''Tidak usah bercita-cita jadi PNS. Meskipun gajinya terus dinaikkan, jumlahnya akan terus dibatasi,'' katanya.
Pada acara itu, forum tanya jawab berubah menjadi ajang "curhat". Kebanyakan menanyakan kiat menjadi orang kaya.
''Kalau mau sukses, ya lakukan apa saja, yang penting halal. Saya contohnya, tidak jadi PNS, tapi jualan, artinya jadi pengusaha,'' tutur Solichedi. Sjatori bahkan menyarankan kader PMII siap menjadi dukun bayi.
''Dukun bayi yang profesional banyak dibutuhkan orang lho. Logikanya, sampai kapan pun masih banyak orang yang beranak,'' katanya disambut tawa hadirin.
Pada kesempatan itu seorang alumnus bernama Siti Choiriyah dari Mrebet, Purbalingga, mengeluhkan sulitnya mendapat modal usaha. Ia tengah mengembangkan bisnis makanan ringan, yaitu torakor (tomat rasa korma).
"Makanan itu bisa menambah vitalitas lho,'' katanya berpromosi.
Para peserta sekaligus mencicipi produk asli dari Purbalingga itu. Solichedi berjanji akan membantu mencarikan pihak yang bersedia membantu permodalan.(Agus Fathuddin Yusuf-64a)
Label:
Berita


