Oleh. Anas Maulana
Prolog
Di awal tulisan ini, penulis ingin sedikit berpendapat tentang ketidaksukaan penulis terhadap sekelompok orang yang mengaku ‘wakil islam’dalam setiap pembenaran perbuatan mereka yang sama sekali tidak terpuji, seperti kerusuhan, pengrusakan, terror bahkan sampai pembunuhan atas nama kebenaran agama. Sungguh hal tersebut tidak mencerminkan sikap seorang yang memiliki agama, karena beragama berarti memanusiakan manusia, bukankah agama diturunkan untuk manusia? Jadi sifat dasarnya adalah peri kemanusiaan. Terlebih jika hal tersebut dikaji dari sudut pandang kepentingan Indonesia, maka eksklusifitas dalam beragama hanya akan membuat perpecahan bangsa.