Sejarah PMII Solo (17), PMII DITENGAH DUNIA KEMAHASISWAAN DAN KEPEMUDAAN.

Diposkan oleh admin on Jumat, 16 April 2010

Sebagai organisasi mahasiswa maka pada hakekatnya PMII juga secara biologis adalah organisasi pemuda, oleh karena itu aktifitas PMII disamping berkiprah aktifitas kemahasiswaan juga turut aktif dalam aktifitas kepemudaan. Yang patut dicatat dalam aktifitas PMII pada forum kemahasiswaan dan kepemudaan adalah aktifitas yang dilaksanakan antara tahun 1965-1968 hal ini berkenaan pula dengan lahirnya satu angkatan baru dalam dunia kepemudaan Indonesia yang akhirnya angkatan ini dikenal dengan istilah “ANGKATAN 66”. 
Kelahiran angkatan 66 merupakan satu reaksi total terhadap kebijaksanaan Presiden Soekarno yang membiarkan PKI dan antek-anteknya tetap hidup dibumi pertiwi kendatipun sudah jelas mereka sangat bersalah dengan melakukan tindakan Gerakan 30 Septembernya. Rezim Soekarno tidak mampu mengambil tindakan tegas terhadap PKI itu antara lain diakibatkan kekhawatiran beliau akan reaksi pemerintah komunis di Cina pada waktu itu merupakan teman akrab pemerintah presiden Soekarno dalam menghadapi konfrontasi Malaysia dan Negara-negara barat. 
Tetapi dengan tindakan Soekarno seperti ini (membiarkan PKI tetap hidup) berakibat sangat patal karena makin banyaknya orang-orang yang tidak puas kepada rezim Soekarno terutama mereka yang dulu banyak yang mendapat fitnah dari PKI beserta antek-anteknya. Keadaan yang sedemikian itu lebih diperburuk lagi dengan makin tidak mampunya pemerintah dalam menangani persoalan-persoalan ekonomi. Ditambah pula dengan ketidak mampuan lembaga legislative dalam menjalankan fungsi kontrolnya terhadap pemerintah. 
Mahasiswa sebagai genrasi muda yang intlek tepanggil hati nuraninya untuk membela kepentingan rakyat, karena mereka melihat lembaga lgislatif tidak mampu berfungsi menjalankan peranannya serta tertutupnya saluran dialog dengan pemerintah (sebernya pernah diadakan dialog antara mahasiswa dengan presiden Soekarno tetapi tidak membawa hasil, pen). Maka mahasiswa mengambil alih peranan legislative ini dengan gerakan protes dijalan-jalan raya merreka menyampaikan aspirasi rakyat yang terkenal dengan TRITURA (Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat). 
Mulai saat itulah gerakan mahasiswa, pemuda dan pelajar dikenal dengan istilah baru “gerakan parlemen jalanan”. Adanya gerakan parlemen jalanan ini dapat dimungkinka karena terciptanya suasana pendidikan politik yang memungkinkan mahasiswa pemuda dan pelajar matang berpolitik akibat system politik yang dikembangkan pemerintah pada waktu itu.

Sebelum kita membicarakan tentang kelahiran dan kebangkitan angkatan 66 ini ada baiknya kita menengok sebentar perjalanan generasi muda khususnya generasi muda islam dalam sejarah kepemudaan Indonesia. Disini pula kita akan melihat sejauh mana peranan PMII ada.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Bagaimana merekrut dan mengembangkan organisasi ekternal kampus di masa kini?