Sejarah PMII Solo (5)

Diposting oleh admin on Selasa, 30 Maret 2010

PP. PMII disamping sibuk dengan usaha pelebaran sayap pergerakan juga tidak ketinggalan mengadakan kegiatan-kegiatan dalam rangka turut serta terlibat dalam pergerakan dunia kemahasiswaan dan kepemudaaan, kegiatan-kegiatan itu antara lain dapat kami catatkan disini sebagai berikut:
1.     Bersama sama dengan organisasi pemuda dan mahasiswa Islam lainnya turut aktif dalam wadah Porpisi (Persatuan Organisasi Pemuda Islam Indonesia) dalam organisasi yang bersifat konfederatif ini PP. PMII diwakili oleh sekretaris Umumnya yakni Shb. M. Said Budairy.
2.     Sesuai dengan iklim politik yang sedang berkembang waktu itu, bahwasanya seluruh organisasi masa maupun organisasi politik harus bergabung dalam wadah front Nasional maka PMII juga masuk didalamnya, PB. Front Nasional dalam suratnya tertanggal 22 Maret 1962 dengan Surat No. 046/0-/pbfn/III/62 telah menerima dengan baik permohonan PMII tersebut maka secara praktis seluruh cabang-cabang PMII juga menjadi anggota Front Nasional setempat.
3.     Demikian juga dengan organisasi PMII (Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Indonesia) satu organisasi konfederasi organisasi mahasiswa extra-university, PMII telah diterima dengan baik dan masuk dalam presidium PMII.
4.     Pada tanggal 3 Maret 1961 Presiden Sukarno mengeluarkan satu pengumuman tentang akan dibentuknya Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan, menyambut gagasan Presiden ini PMII bersama sama lima organisasi mahasiswa lainnya langsung memberikan pokok-pokok pikiran tentang syarat-syarat yang mestinya dipunyai oleh menteri dari departemen itu, pokok pokok pikiran PMII bersama sama dengan kelima organisasi mahasiswa lainnya itu diterima dengan baik terbukti dengan dipilihnya Mr. Iwa Kusuma Sumantri sebagai menteri pertama departemen ini, sebelumnya beliau adalah rektor Universitas Pajajaran Bandung.
5.     Pada awal bulan April 1961 kantor berita Antara dengan menyebut sumber berita dari menteri Priyono (Departemen PP dan K, pen) dan komisi J DPR-GR menyiarkan satu berita tentang rencana pemerintah dan DPR-GR untuk mengeluarkan satu peraturan yang isinya melarang bagi fakultas ekonomi dan fakultas Ilmu Sosial lainnya untuk mengadakan afiliasi di bidang ilmu pengetahuan kecuali dengan perguruan-perguruan Tinggi dari Negara sosialis. Adanya rencana ini tentu saja akan mengarah pada perubahan politik Indonesia yang bebas dan aktif, oleh karena itu PMII mengeluarkan pernyataan yang isinya menolak rencana pemerintah tersebut dan akhirnya memang pemerintah mengurungkan niatnya.
6.     Sesuai dengan amanat Musyawarah Mahasiswa NU di Surabaya (yang akhirnya menghasilkan lahirnya PMII) bahwasanya paling lambat satu tahun setelah lahirnya PMII ini maka harus mengadakan konggres, maka untuk memenuhi amanat tersebut pada tanggal 23 sampai dengan 26 Desember 1961 di daerah Tawangmangu Surakarta, Jawa Tengah telah diadakan konggres I PMII yang dihadiri oleh tiga belas cabang yakni Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, Ciputat, Surabaya, Malang, Banjarmasin, Banda Aceh, Makasar, Padang dan Cirebon. Satu hal yang perlu dicatat dalam konggres I itu telah dapat dicetuskan satu pokok-pokok pikiran PMII tentang sosialisme Indonesia, pokok-pokok pikiran itu adalah merupakan khasanah konsepsional (istilahnya adalah Dokumen Histories, pen) PMII pertama dalam pokok-pokok pikiran itu PMII telah berbicara tentang empat hal penting yang sedang dihadapi bangsa Indonesia yakni; Sosialisme Indonesia, Pendidikan Nasional, Kebudaayaan Nasional dan tentang pertanggungan jawab yaitu pernyataan bahwasanya PMII yang merupakan generasi muda islam intelektual mempunyai tanggung jawab terhadap perjuangan bangsanya, penembangan islam dan perjuangan akan anti imperialisme dan kolonialisme. Untuk mengetahui tentang Dokumen Historis yang akhirnya dinamakan deklarasi Tawangmangu ini, pembaca dapat menyimaknya pada halaman lain.
7.     Sebagai organisasi kader, maka PMII juga tidak ketinggalan mengadakan kegiatan pengkaderan salah satu kegiatan pengkaderan yang patut dicatat disini adalah diselenggrakannya Training Course I PMII yang bersifat nasional, TC ini diadakan di PONOROGO pada tanggal 25 Juli sampai dengan 4 Agustus 1962, bersamaan dengan pelaksanaan TC PMII juga diadakan research ke desa-desa di sekitar Ponorogo, yang dipimpin oleh ketua Lembaga Research Universitas Indonesia, Shb. Slamet Saubari juga diadakan peninjauan obyek pembangunan dan pendidikan serta penyebaran angket pendidikan kepada para siswa Sekolah Rakyat (sekarang SD, pen) dan sekolah lanjutan. Dalam TC ini akhirnya tercetus juga satu pokok pikiran tentang persyaratan seorang kader dan tugas utama dari kader, pokok-pokok pikiran yang merupakan hasil dari self intrukdaction serta hasil diskusi ini akhirnya dikenal dengan nama Sepuluh Kesimpulan Ponorogo, yang merupakan hasil dari Dokumen Historis PMII yang kedua. Kegiatan lain yang berhubungan dengan TC PMII ini juga adalah diadakannya Pekan Pelajar dan ………..yang mengambil kegiatan dalam bidang olah raga dan kesenian dan ini juga merupakan POR I PMII.
8.     Sebagai satu organisasi kemahasiswaan PMII juga tidak akan melupakan tugas utamanya yakni belajar, maka dalam rangkan penanganan lebih lanjut dari usaha penuntutan ilmu, PMII telah berupaya mencari kontak-kontak untuk mendapatkan bea siswa belajar di luar negeri pada tahun 1962 PP Maarif NU telah mendapat jatah untuk belajar di luar negeri dan jatah ini sebagian diserahkan kepada PMII dan berangkatlah untuk belajar ke Madinah dua orang anggota PMII yakni Sahabat Muhamad Ali Ubaid dan sahabat Zubaidi Ja’far. Selanjtnya pada tahun itu pula PMII mendapat jatah dari departemen agama untuk bea siswa pula ke Universitas Cairo maka berangkatlah sahabat Laili Mansur untuk menuntut ilmu disana. Kemudian pada tahun berikutnya yakni tahun 1963 PMII telah pula mendapat jatah bea siswa dari Universitas Cairo dan Universitas Al. Ahzar Mesir maka pada bulan November dan Desember 1963 telah berangkat beberapa anggota PMII diantaranya: sahabat Moh. Sanusi B (dari Makasar), Shb. Harun Zaini (Malang), Shb. Arief Al mahfudz (Yogyakarta), Shb. Abdul Gafar Umar (Ciputat), Shb. Tubagus Abas Makmun dari Bandung, Shb. Muhamad Asim (Ciputat) dan Shb. Makmun Muhamad (dari Surakarta). Demikian hampir setiap tahun PMII selalu mendapat jatah bea siswa untuk para anggotanya dalam menuntut ilmu diluar negeri.
9.     Akhirnya kegiatan dalam rangka pengembangan sayap pergerakan ini diakhir dengan penyelenggaraan Konggres II PMII di Kaliurang Yogyakarta pada tanggal 25 sampai dengan 29 Desember 1963. Dalam konggres II ini telah dapat hadir sejumlah 31 cabang PMII 18 buah cabang diantaranya merupakan cabang baru sesudah konggres I di Tawangmangu, cabang baru itu adalah; Menado, Tulungagung, Serang, Jambi, Ambon, Jember, Palembang, Purwokerto, Medan, Martapura, Sibolga, Kudus, Bogor, Pematang Siantar, Curup (salah satu kota di Bengkulu, pen), Tasik Malaya, Kediri, dan Amuntai. Dalam konggres II itu telah lahir dua pokok pokok pikiran PMII yakni penegasan Yogyakarta yang berisi satu tekad PMII untuk berpihak kepada amanat penderitaan rakyat, cita-cita sosialisme, perjuangan kemerdekaan dan perjuangan dalam rangka perwujudan manusia Indonesia yang meliputi utuh jasmani dan rohani. Disamping pokok-pokok pikiran tentang apa yang telah penulis kemukakan diatas Konggres II juga menghasilkan satu pokok-pokok pikiran lagi tentang perlunya penyelenggaraan Konferensi Islam Asia Afrika, isi lain dari pokok-pokok pikiran itu adalah tentang perlunya kerja sama internasional, ukhuwah islamiyah dan satu pernyataan itu tanoa reserve, pokok-pokok pikiran itu akhirnya dikenal dengan nama Pernyataan Yogyakarta. Salah satu hasil penting dari konggres II PMII ini adalah terbentuknya kepengurusan pucuk pimpinan yang baru yakni Konggres II PMII memilih kembali Sahabat H. Mahbub Junaidi sebagai ketua umum PP. PMII dan Sahabat harun Al Rasyid sebagai sekretaris Umum. Adapun susunan selengkapnya Pimpinan Pusat PMII periode tahun 1963 – 1966 itu adalah sebagai berikut: Bersamaan dengan kegiatan konggres II PMII ini juga dilaksanakan pekan Olah raga II PMII, dalam konggres ini pula untuk pertama kalinya ………..
Ketua Umum                                : H. mahbub Junaidi
Ketua Satu                                   : H. A. Chalid Mawardi (Drs)
Ketua Dua                                    : H. Zamrono, BA       (Drs)
Sekretaris Umum                          : Harun Al Rasyid       (Haji)
Sekretaris Satu                             : Chatibul Umam, BA (Drs. H)
Sekretaris Dua                             : Azwar Tiaz
Bendahara Satu                            : Ari Amnan, BA
Bendahara Dua                            : Rt. Nakisbandiyah Hatar
Ketua ketua Departemen
- Dep. Pendidikan / Pengajaran    : Abd. Rahman Saleh, BA (Drs. H)
- Dep. Penerangan / Publikasi      : Abd. Hamid Jalil, BA
- Dep. Kesejahteraan Mahasiswa : Abd. Majid Toyib (Haji)
- Dep. Kesenian/Keb.& Olahraga             : R.S. Munara
- Keputrian                                               : Eny Suchaeni B. Sc
- Luar Negeri                                            : H.M. Said Budairy
- Pembantu-pembantu Umum                    : Drs. H. Ismail Makky
                                                                 : H. Fachrurrazy AH (Drs)
10. Sebagai organisasi kemahasiswaan PMII juga tidak melupakan kegiatan-kegiatan lain yang tidak melulu bersifat belajar dan gerakan politik, kesejahteraan mahasiswa (baca: anggota, pen) juga perlu diperhatikan tentu saja bukan kesejahteraan anggota secara pribadi tetapi lebih menitikberatkan pada kesejahteraan pribadi PMII secara keseluruhan. Untuk menangani kesejahteraan anggota ini PMII telah membentuk Jakmindo (Yayasan Kesejahteraan Mahasiswa Indonesia) yayasan ini bergerak dibidang social dengan beberapa macam aktivitas
-        Mendirikan asrama-asrama
-        Menerbitkan buku-buku, majalah dan brosur-brosur
-        Mmbentuk klub olahraga
-        Memberikan  bea siswa (study fonds)
-        Serta beberapa usaha lain yang menambah kesejahteraan anggota.
Yakmindo ini dipimpin oleh Shb. Abdul Majid Toyib (sekarang Bapak Haji Abdul Toyib adalah seorang anggota DPRD Tk I DKI Jaya).

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Bagaimana merekrut dan mengembangkan organisasi ekternal kampus di masa kini?