Sejarah PMII Solo (12)

Diposting oleh admin on Rabu, 31 Maret 2010


8. Bersamaan dengan pelaksanaan MUKERNAS I PMII juga diadakan TC keputrian pertama PMII yang dalam kesempatan itu pulalah PMII mampu menelorkan satu dokumen histories lagi yang dikenal dengan nama PANCA NORMA PMII PUTRI, Panca Norma PMII Putri ini merupakan landasan berpikir dan kiprah nyata warga PMII dalam perjuangan sebagai bagian tak terpisahkan dari wanita indonesia. Panca Norma PMII putri mencakup tentang bebagai permasalahan wanita Indonesia yakni:
1. Tentang emansipasi
1. Emansipasi wanita berarti memberikan hak-hak dan kesempatan kepada kaum wanita sederajat, setingkat dan irama dengan kaum pria……..
2. Tuntutan akan hak-hak wanita, meliputi dengan segala kehidupan baik politik, social ekonomi maupun kebudayaan………
3. Perjuangan hidup, baik bidang politik, social ekonomi maupun kebudayaan adalah suatu tuntutan bagi kita mempunyai ukuran…….
4. Pembatasan atas hak adalah kewajiban yaitu suatu langkah dan tindakan yang harus ditempuh lebih dulu.
5. Manifestasi dari padanya ialah pengorbanan kaum wanita untuk berjuang menyelami dan terjun dalam kancah perjuangan politik, social ekonomi dan kebudayaan……
2. Tentang etika Wanita Islam
1. Ajaran tentang hak-hak, hak batal, benar salah, baik buruk, bermoral immoral adalah suatu persoalan etika. Etika yang kita maksudkan adalah etika yangbersumberkan pada Al Qur’an dan As Sunah, yaitu etika Islam………
2. Pengabdian kepada Tuhan adalah suatu bentuk pengabdian yang tertinggi, ia merupakan gerak hidup atas tawakal Allah…….
3. Hubungan antara manusia diperlukan keharmonisan, keserasian dan penyesuaian akan arus perkembangan dan perubahan zaman……
4. Etika pergaulan yang diartikan tata cara pergaulan mempunyai arti relative…..
5. Arus budaya yang senantiasa berkembang akan senantiasa mendapat tempat pada masyarakat. Posisi menarik bukan lebur tertarik adalah satu norma bagi PMII.
3. Tentang watak PMII putri dalam kesatuan dan toleransi berorganisasi:
1. PMII putri adalah bagian dan organ organisasi yang tak terpisahkan dari PMII. Ia sebagai organ bukan merupakan kesatuan yang terpisah dan berdiri sendiri dalam kesatuan tubuh……..
2. Sebagai organ yang tak terpisahkan ia melakukan perjuangan yang senada dan seiring, selangkah dan seirama, maju dalam berbagai bidang organisasi…..
3. Sebagai mahasiswa putri islam, kendatipun merupakan kesatuan organ yang tak terpisahkan, tetapi mempunyai sikap hidup dan pandangan, langkah yang berbeda mahasiswa putri yang diluar mahasiswa ASWAJA.
4. Suatu kesatuan dalam totalitas berorganisasi adalah suatu bentuk antara PMII putri dan PMII putra merupakan satu paguyuban. Tetapi garis pemisah pembatas dengan dengan norma-norma dan aqidah agama adalah suatu tuntutan mutlak.
4. Tentang Partisipasi PMII Putri terhadap neven-neven organisasi
1. Sebagai organ yang memihak kepada idiologi parta maka neven organisasi yang beraviliasi terhadap partai adalah juga alat perjuangan yang senada, seirama, seiring dan berdampingan dalam mencapai yang sama dan tujuan bersama.
2. Sikap masa bodoh, sikap merendah diri, sikap penakut dan nerima, adalah suatu bentuk yang tidak seharusnya ada bagi PMII putri.
3. Usaha-usaha konkrit kearah itu adalah dapat dilakukan ialah turut meningkatkan kemampuan-kemampuan dan daya perjuangan dan berorganisasi…………
4. Bidang-bidang praktis yang dapat dilakukan di dalam usaha berpartisipasi ini meliputi bidang-bidang organisasi, administrasi, latihan latihan kepemimpinan, pendidikan dan pengajaran kebudayaan da’wah islamiyah………
5. Tentang partisipasi PMII putrid terhadap kegiatan masyarakat:
1. Pengabdian pada masyarakat adalah suatu amanat Allah ia merupakan amal ibadah kalau pengabdiannya itu diiringi nilai niat dengan ikhlas dan pembaktian kepada Allah…….
2. PMII putri sebagai mahasiswa dan masyarakat, akan menyatukan dwi tunggal antara ilmu dan amal, antara teori dan perbuatan, berusaha merealisasikan satunya kata dan perbuatan…….
3. PMII putri sebagai wanita realistic, mampu menyelesaikan tugas-tugas kemasyarakatan…..
4. Secara konkrit ia akan mendarma bhaktikan dalam keseluruhan bentuk kehidupan, baik dalam bidang politik, social ekonomi pendidikan maupun dalam perkembangan kebudayaan.
5. Suatu pembaktian yang mesti dituntut lebih dahulu agar tidak menyimpang dari norma-norma agama, revolusi dan kemasyarakatan, adalah usaha mutlak untuk mempelajari hokum-hukum dan ajaran-ajaran agama. Doktrin revolusi pengetahuan masyarakat Indonesia.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Bagaimana merekrut dan mengembangkan organisasi ekternal kampus di masa kini?